Kekacauan di tengah penerbangan bagi Bruno Guimaraes dan Joelinton karena jendela pesawat yang pecah secara signifikan menunda kedatangan duo Newcastle tersebut ke kamp tim nasional Brasil

Bruno Guimaraes dan Joelinton mengalami penundaan pelaporan untuk tugas internasional Brasil, karena pesawat yang membawa kedua rekan setimnya di Newcastle terpaksa berbalik arah karena jendela yang pecah. Kedua pemain tersebut merupakan bagian dari skuad Carlo Ancelotti untuk menghadapi Korea Selatan dan Jepang dan diharapkan tiba tepat waktu untuk sesi latihan sore ini di Seoul.

Duo Newcastle Terjebak dalam Mimpi Buruk Perjalanan

Kedua rekan setim tersebut sedang dalam perjalanan dari Amsterdam ke Seoul, menaiki pesawat dari ibu kota Belanda pada hari Selasa. Setelah kerusakan dilaporkan, pesawat pertama mereka terpaksa berbalik arah. Laporan Globo menyatakan bahwa kedua gelandang tersebut menghabiskan 12 jam di udara sebelum mendarat kembali di Amsterdam.

Penundaan ini membuat CBF kesulitan mencari alternatif. Joelinton diperkirakan akan terbang langsung dari Belanda, tetapi tidak akan menghadiri sesi latihan Ancelotti, sementara Bruno dijadwalkan untuk terbang dengan penerbangan lanjutan agar dapat mencapai Korea Selatan secepat mungkin.

Bintang Forest mengalahkan pemain Newcastle ke Seoul

Dua gelandang Newcastle tersebut melakukan perjalanan setelah klub mereka menang kandang 2-0 atas Nottingham Forest pada hari Minggu. Dua lawan mereka dalam pertandingan itu, Igor Jesus dan John Victor, lebih beruntung dalam pengaturan perjalanan mereka. Kedua pemain tersebut mengikuti sesi latihan di Seoul pada hari Selasa, yang dihadiri oleh 21 anggota skuad Ancelotti.

Pengembaraan Bruno dan Joelinton adil untuk pemain yang terlalu banyak bekerja?

Baik Newcastle maupun CBF tidak akan senang dengan situasi ini, karena tambahan jarak tempuh penerbangan dapat meningkatkan risiko cedera akibat kelelahan dan berdampak negatif pada pemulihan. Dengan mempertimbangkan perjalanan yang diusulkan, keduanya telah menempuh lebih dari 10.000 mil udara dalam perjalanan menuju pertandingan, dan menghadapi perjalanan panjang yang serupa untuk kembali tepat waktu untuk pertandingan Liga Primer Newcastle berikutnya melawan Brighton pada 18 Oktober.

Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah para pemain harus menempuh jarak yang begitu jauh untuk bermain dalam pertandingan persahabatan internasional selama musim ini, terutama mengingat padatnya kalender sepak bola modern.

Joelinton dan Bruno Bersaing untuk Mendapatkan Tempat di Piala Dunia

Dengan tim Ancelotti yang telah lolos ke Piala Dunia musim panas mendatang di AS, Meksiko, dan Kanada, pertandingan persahabatan ini memang menawarkan kesempatan bagi para pemain cadangan untuk ikut serta.

Bruno telah menjadi pemain reguler di lini tengah Brasil selama beberapa tahun terakhir. Ancelotti telah menempatkan pemain berusia 27 tahun itu sebagai poros ganda bersama Casemiro dari Manchester United di tahap akhir Kualifikasi Piala Dunia Selecao. Jika tidak cedera, ia akan menjadi bagian dari skuad Piala Dunia sang juara lima kali.

Di sisi lain, Joelinton menghadapi perjuangan yang lebih berat untuk mendapatkan tempatnya di pesawat yang diharapkan beroperasi ke Amerika Utara. Ia belum pernah tampil di dua skuad Ancelotti sebelumnya sejak pelatih asal Italia itu menjabat pada Mei 2025.

Gelandang yang agresif ini mungkin harus tampil mengesankan di lapangan, alih-alih di paddock latihan, setelah masalah perjalanannya. Brasil akan menghadapi Korea Selatan di Seoul pada Jumat malam, sebelum bertolak ke Tokyo untuk melawan Jepang pada 14 Oktober. Keduanya berharap kembalinya mereka ke Newcastle akan jauh lebih mudah, karena mereka kembali dengan pertandingan tandang yang sulit melawan Brighton, sebelum menyambut Benfica di St. James’ Park di Liga Champions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *